Aksi Sosial Kementan Atasi Bencana

Manokwari,beritatani.com – Adanya bencana alam banjir yang menimpa Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta pandemi Covid-19 yang belum berakhir telah menjadi pelajaran untuk kita semua. Semua sektor ikut terpengaruh. Meski demikian, sektor pertanian tidak boleh berhenti.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak seluruh pihak untuk menunjukan empatinya dengan memanjatkan doa bagi saudara-saudara di NTB dan NTT. “Semoga saudara-saudara kita yang ditimpa musibah diberi ketabahan dan kesabaran,” terangnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Pembangunan Pertanian bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, namun menjadi tanggung jawab petani dan masyarakat. Termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Musibah yang melanda di NTT dan NTB pun menjadikan tanggung jawab bersama. Dedi turut memastikan kebutuhan masyarakat yang menjadi korban bencana terfasilitasi kebutuhan sandang dan pangannya. “Seperti saat bencana yang menimpa Majene, Kalimatan Selatan, Garut kepedulian Kepala BPPSDMP Kementan ini pun menular pada rekan-rekan yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari”, ujar Dedi.

Generasi Tani Milenial Perguruan Tinggi Pertanian Kementan melakukan Aksi Penggalangan Dana dan Open Donasi Bagi Korban Bencana Banjir Bandang NTT dan NTB. Kegiatan dilaksanakan mulai hari ini, 8 April 2021 hingga 13 April 2021 yang berlokasi di daerah Wosi dan Makalo, Manokwari, Papua Barat.

Ketua BEM Polbangtan Manokwari, Margono Adi Ningrat menyebutkan “Kami terpanggil dengan adanya Program Indonesia Siap Siaga dari Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Seperti yang dilakukan pada penggalangan dana sebelumnya, hasil penggalangan dana ini akan kami kirimkan melalui Dompet Dhuafa.”

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas inisiatif dan aksi para anggota Generasi Tani Milenia Perguruan Tinggi Pertanian Kementan. “Kalau saja semua mahasiswa/i menunjukkan aksi-aksi kepedulian mereka dengan cara seperti ini, tentu solidaritas sesama anak bangsa tidak perlu lagi dipertanyakan,” sebutnya melalui pesan singkat.