Hadapi Nataru, Kementan Pastikan Produksi Telur Aman

Jakarta, beritatani.com – Kementerian Pertanian memastikan produksi telur saat ini aman. Tidak hanya itu, peternak ayam petelur juga terus didorong untuk meningkatkan produksi telur guna antisipasi kebutuhan masyarakat yang meningkat dalam menghadapi natal dan tahun baru 2022.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin limpo mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi produktifitas harus ditingkat dam Kementan terus mendorong peternak baikm ayam petelur maupun pedaging untuk bisa berkembang dengan baik sehingga fluktuasi supply dan demand masyarakat dapat terpenuhi.

“Bapak Presiden minta kita betul- betul bisa memfasilitasi peternak dari hulu ke hilirnya. Bagaimana budidaya tetap dijaga, dimaintance bahkan dikembangkan , pascanya harus dibuat sedemikian rupa dan kemudian mengindustrikannya kalo memang sudah bisa masuk ke langah itu dan tentu saja kita berharap marketnya sudah ada,” ucap Mentan usai meninjau peternakan ayam petelur di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan padan Rabu (29/12/21).

Mentan juga menerangkan terkait fluktuasi harga telur yang meningkat saat ini disebabkan oleh dinamika pada momentum hari besar Nataru 2022. Namun Kementan juga akan segera berupaya supaya harga stabil dan peternak juga tetap bisa diuntungkan.

“Hari ini saya melihat seperti apa kesiapan – kesiapan peternak kita khususnya peternak petelur dan 3 haji bersama saya yang memiliki resort peternakan sampai 1 juta ekor ayam mengatakan hasilnya perhari telur itu cukup melimpah,” tambah Mentan.

Mentan berkomitmen terus memperbaiki hulu dan hilir peternakan ayam petelur untuk mengurangi importasi bahan makanan dengan bahan dasar telur. Kedepan berbagai kebijakan harus terus dibenahi dilapangan sehingga peternak Indonesia lebih tangguh dengan berbagai gejolak dipasar.

“Ada yang terus kita harus benahi antara lain tentu saja bukan peternaknya saja yang baik bagaimana budidaya pakannya ternak harus dipersiapkan bahkan dihulu yang utamanya adalah hadir pertanian jagung sehingga kedepan ini bisa terintegarsi, terkorporasi dalam satu sistem,” tutup Mentan.