Kembangkan Jiwa Agribisnis, Polbangtan Kementan Lakukan Pertanian Terintegrasi di Papua Barat

PAPUA BARAT, beritatani.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hampir dua tahun ini, sektor pertanian terus mengalami peningkatan positif. Selain memiliki kekayaan alam yang melimpah, Indonesia juga memiliki bonus demografi berupa sumberdaya manusia (SDM), khususnya di usia milenial.

Salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan alam serta SDM yang potensial adalah Papua. Di tempat ini, Kementan, melalui Polbangtan Manokwari, melaksanakan pertanian terintegrasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut Papua memiliki alam yang subur. Air mengalir tiada henti.

“Matahari, angin dan air yang tiada henti adalah karunia Tuhan yang diberikan kepada petani Papua,” katanya.

Oleh karena itu, Mentan mengajak milenial untuk mau terjun dan menggeluti sektor pertanian. Katanya, bertani itu hebat dan menjadi petani itu keren.

Menindak lanjuti hal tersebut Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari yang merupakan Pendidikan Vokasi Kementerian Pertanian terus membekali para mahasiswa dengan ilmu pertanian yang dapat memajukan sektor pertanian Indonesia.

Melihat komoditas Kelapa sawit yang banyak dikembangkan dilahan Papua Barat, Polbangtan Manokwari menggelar Studium General secara online untuk mahasiswa dengan tema ‘Prospek Agribisnis Perkebunan Terintegrasi Ternak’. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan model pengembangbiakan sapi terintegrasi dengan perkebunan sawit.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa hal tersebut sangat keren.

“Apalagi kalau bisa mengembangbiakkan ternak sapi di wilayah kelapa sawit dan bisa melibatkan potensi-potensi yang ada di kedua komoditi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta, menyampaikan bahwa program Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa sawit (Siska) memiliki peluang yang sangat menguntungkan baik dari sisi perusahaan maupun ketersediaan pangan swasembada sapi di Indonesia.

“Di Papua Barat, sawit mejadi salah satu komoditi yang banyak dikembangkan, tentunya melalui program Siska dapat meningkatkan komoditi pertanian yang ada di Papua Barat,” tutur Purwanta.

“Mudah-mudahan kedepan, perguruang tinggi vokasi khususnya Polbangtan Manokwari dapat berkontibusi melalui program studi yang ada dengan menjadikan fokus pada penelitian maupun pengabdian terkait program Siska ini,” tambahnya.

Melalui stadium general, Mahasiswa diharapkan dapat melihat peluang yang ada di wilayah sekitar untuk meningkatkan jiwa wirausaha dengan menggabungkan komoditi pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Dr. Wahyu Darsono dri PT Simbiosis Karya Agroindustri yang merupakan team leader Siska Supporting Program.