Kualitas Ayam Polbangtan Manokwari Bebas Penyakit Zoonosis

Kualitas Ayam Polbangtan Manokwari Bebas Penyakit Zoonosis

Manokwari, beritatani.com – 19 Maret 2020, 19:39 WIT – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Manokwari) yang merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) lebih mengedepankan praktik dari pada teori dalam metode pengajaran. Direktur Polbangtan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes menyebutkan, “TEFA merupakan model pembelajaan berbasis produk.”

Dengan adanya TEFA Polbangtan Manokwari bersinergi dengan dunia industri untuk mencetak jobcreator bidang pertanian dalam arti luas, termasuk di dalamnya bidang peternakan. “Berjalannya Tefa komoditas peternakan khususnya ayam broiler dan petelur, diharapkan dapat membekali para generasi tani milenial dengan pengalaman yang mereka dapatkan selama belajar di TEFA,” jelas Purwanta.

Dokter hewan alumnus Pendidikan Dokter Hewan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga membekali peserta didikinya dengan tatalaksana budidaya ternak yang baik. “Ayam broiler hasil budidaya Tefa Polbangtan Manokwari telah mengikuti tatacara budidaya yang baik, sehingga dijamin kualitas ayam yang bebas dari penyakit zoonosis,” rinci Purwanta.

Baca Juga: Bersama Mitra, Mentan Syahrul Jamin Pasokan Bahan Pangan Tersedia Sampai Lebaran

Baca Juga: Desinfeksi Langkah Polbangtan Manokwari sejak dini lakukan pencegahan penyebaran COVID-19

Diawali dengan desinfeksi litter atau sekam sebelum ternak disebar dalam kandang. Hal ini berguna untuk membasmi bibit penyakit apabila ada yang menempel di litter tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan pembersihan, pencucian, dan penyemprotan kandang serta peralatan kandang menggunakan desinfektan. Untuk hasil maksimal pencucian tempat minum dan tempat pakan dilakukan secara rutin dua kali sehari.

Budidaya yang baik juga mencakup pelaksanaan manajemen pemeliharaan yang baik. Proses budidaya yang dilakukan oleh generasi tani milenial ini, menuntut mereka untuk mampu memahami tata laksana brooding, tata laksana ransum dan air minum.

Untuk kondisi perkadangan, memperhatikan kualitas litter, melakukan penanganan bangkai dan feses ayam dengan tepat, serta mengatur kepadatan kandang dengan optimal, mendukung terciptanya kualitas ternak yang bebas dari penyakit zoonosis.

Baca Juga: PENANGANAN COVID-19 PROTOKOL DI AREA DAN TRANSPORTASI PUBLIK

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: