MENGURAI ARTI INOVATIF PADA SAWIT

MENGURAI ARTI INOVATIF PADA SAWIT

Wayan Supadno
Pak Tani

Kabar cukup menyenangkan dari data BPS bahwa pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian justru paling tinggi dibandingkan lainnya. Sekalipun pertanian di Indonesia belum dapat perhatian seistimewa di negara lain. Pasti juga tak lepas dari kontribusi dari sawit yang besar.

Kabar gembira juga datang dari sawit harga di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) saat ini sekitar Rp 1.700/kg. Tentu ini tak lepas dari program BBN (Bahan Bakar Nabati) sawit, lahirnya peluang inovasi membumi justru saat dapat ancaman dari berbagai pihak, luar negeri dan dalam negeri.

Baca Juga: Antisipasi Resesi, BUMN Harus Jadi Penyelamat Ekonomi

Baca Juga: Ekonomi Triwulan II Seret, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Harga sawit lagi meroket ini rahmat bagi yang inovatif tapi hal biasa saja bagi yang konvensional non inovatif. Contoh konkretnya ;

  1. Yang inovatif memakai benih legal hasil riset dari Puslit bisa dapat 35 ton TBS/ha/tahun, tapi yang non inovatif hanya memakai benih asalan mariles (mari leles) hanya dapat 16 ton TBS/ha/th.
  2. Yang inovatif tanpa memakai herbisida karena gulmanya dibuat pakan sapi integrasi dan minim pupuk kimia karena dapat pupuk orgamik hayati gratis dari ternaknya sehingga harga pokok produksi (HPP) Rp 450/kg, tapi yang non inovatif serba herbisida dan pupuk kimia HPP nya Rp 1.000/kg.
  3. Yang inovatif kalkulasi logis agribisnisnya dapat profit margin 200% lebih lalu cepat kembali modal (ROI), tapi yang non inovatif hanya dapat profit margin 58% saja tentu lambat ROI nya, lambat pula percepatan ekspansinya.

Dari uraian di atas memberi pesan betapa pentingnya kita secepat mungkin bisa adaptif dengan inovasi. Agar makin kompetitif karena mampu menekan HPP nya. Hasil akhir bukan pada berapa banyak provitas maupun omsetnya, tapi pada berapa laba, profit margin dan percepatan ROI nya. Tentu juga keberlanjutannya akibat ramah lingkungan.

Baca Juga: Kementan Berupaya Wujudkan Satu Data Peternakan dan Kesehatan Hewan

Baca Juga: Hasilkan Jagung Rendah Aflatoksin, Petani Jagung NTB Siap Penuhi Industri Pangan dan Ekspor

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: