Polbangtan Kementan Kembangkan Kualitas Petani Manokwari

MANOKWARI, beritatani.com – Kementerian Pertanian tidak pernah berhenti meningkatkan kualitas SDM pertanian. Semua sektor dimanfaatkan, termasuk melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, yang memfasilitasi bimbingan teknis (bimtek) budidaya pepaya merah delima bagi petani di BPP Manokwari Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Bimtek tersebut merupakan tindaklanjut dari arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurutnya, sebagai salah satu sektor yang mampu tumbuh positif di masa pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas. Peningkatan kualitas SDM pun dilakukan melalui Bimtek Petani.

“Keberadaan para petani sangat vital dalam mewujudkan pencapaian ketahanan pangan. Petani adalah pahlawan bagi pangan bangsa, Tidak boleh sedikit pun pemerintah mengecewakan mereka,” sebut Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa.

“Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian, upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas, kuantitas dan kualitas produk pertanian,” katanya.

Sebagai UPT dibawah Kementan, Polbangtan Manokwari berkolaborasi bersama BPTP Papua Barat meningkatkan kualitas SDM para petani di Manokwari dengan digelarnya Bimtek yang diikuti 40 orang petani di kabupaten Manokwari. Para petani dibekali materi oleh Penyuluh Ahli Pertama, BPTP Papua Barat, Sostenen Konyep, SP.

Materi yang disampaikan adalah teknologi budidaya Pepaya Merah Delima, mulai dari teknis budidaya Pepaya, persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.

Dengan bimtek, diharapkan para petani mampu melakukan perbanyakan benih pepaya. Dalam bimtek tersebut juga, selain penyampaian materi, para petani juga diberi praktik langsung secara berkelompok.

Dalam materinya, Sostenen menyampaikan bahwa, Teknik Perkecambahan Benih Pepaya, hingga kini perbanyakan tanaman pepaya secara generatif, yaitu dengan menyemaikan biji dari buah yang sudah masak.

“Perbanyakan secara vegetatif masih sulit dilaksanakan, kalaupun bisa yaitu dengan cara mencangkok batang,dan kultur jaringan tetapi tidak efisien untuk penyediaan bibit dalam jumlah besar,” katanya.

Satu-satunya cara yang mudah dilakukan adalah dengan menggunakan biji, karena dari satu buah bisa diperoleh biji dalam jumlah banyak. Biji tersebut dapat langsung di tanam di kebun atau dapat di semaikan terlebih dulu.

Menurutnya, cara perkecambahan biji pepaya yang sudah mengalami penyimpanan dalam bentuk kering ada bermacam-macam.

Mengingat sifat biji tanaman pepaya sangat peka terhadap pengaruh suhu dan kelembaban maka di sarankan dalam mengecambahkan benih dilakukan secara hati-hati.

“Perkecambahan benih pepaya ternyata juga dipengaruhi cahaya, suhu dan kelembaban. Benih pepaya memerlukan cahaya untuk berkecambah karena berhubungan dengan suhu,” sebut Sostenen dalam materinya.

Dia juga mendeskripsikan varietas pepaya merah delima mulai dari ukuran, bentuk buah, kemanisan, tebal daging umur, tinggi buah dan jarak tanam jumlah populasi per hektare.