Subur dengan POC, Mahasiswa Polbangtan Kementan Edukasi Santri Tani Manfaatkan Urine Kelinci

MANOKWARI, beritatani.com – Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya generasi milenial dalam rangka mendukung regenerasi petani.

Sebagai generasi milenial, mahasiswa di tuntut untuk dapat membawa perubahan pada masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu pertanian yang didapat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan para agen perubahan di bidang pertanian menjadi delegasi di masyarakat. Mereka harus mampu mengubah persepsi anak muda tentang pertanian yang selalu dianggap kotor.

“SDM menjadi kunci penting dalam pembangunan pertanian untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman” ungkap SYL

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menjelaskan pertanian dari kalangan milenial dinilai mampu memberikan terobosan baru untuk membangun pertanian di tanah air.

Untuk mewujudkan harapan Mentan, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari mengedukasi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) untuk memanfaatkan urine kelinci sebagai pupuk organik cair (POC).

Pengaplikasian pupuk organik dari urine Kelinci tergolong baru dikalangan santri yang ada di Pondok pesantren Darussalam Aimasi, Distrik Prafi, Manokwari. Sehingga diajarkan teknik pembuatan POC menggunakan urine kelinci yang di tambahkan EM4 pertanian untuk difermentasi selama 14 hari.

Irma, salah satu mahasiswa yang melakukan penyuluhan langsung mengatakan bahwa kandungan urine kelinci mengandung nitrogen yang sangat tinggi karena lebih banyak mengkomsumsi tanaman hijauan.

“Urine kelinci mengandung Nitrogen (N ) 2,72%,, Posfor (P) 1,1%, dan Kalium (K) 0,5% yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ternak lainnya.” Papar Irma dihadapan para santri

Menurutnya urine kelinci juga mampu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman serta baunya yang khas mampu mencegah datangnya berbagai hama tanaman.

Selain itu, agar pemanfaatan POC dari urine kelinci dapat dengan mudah diterapkan oleh para santri tani, Irma mengaplikasikan pada Fodder (Pakan ternak) selama 9 hari untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Pakan ternak yang diperoleh memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga dinilaik baik untuk hewan ternak.

Dengan sejuta manfaat yang disalurkan kepada KSTM pondok pesantren Darussalam, para santri tani tertarik dalam pengembangan ternak kelinci dengan prospek agribisnis.