Bendungan dan Benih Unggul Kementan Jadi Pendorong Petani Trenggalek Bisa 4 Kali Panen

Trenggalek, beritatani.com – Para petani di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek optimis bisa melakukan empat kali panen dalam semusim. Kemudian ditambah satu kali panen untuk tanaman palawija. Hal ini diungkapkan mereka dalam dialog hangat bersama Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Menurut salah satu petani, optimisme itu semakin kuat karena saat ini pertanian di desanya sudah tidak kekurangan air. Hal oni karena pemrintah pusat baru saja menyelesaikan pembangunan Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng. Belum lagi benih padi yang ditanam merupakan benih unggul hasil penelitian Balitbangtan Kementan, yakni Mikongga dan Inpari 32.

“Kalau benihnya sejenis Ciherang Pak, ia bisa tiga kali panen, dimana dua kali padi dan satu kali palawija. Tapi setelah dibangun Bendungan, kami optimis bisa empat kali panen, dimana tiga kali padi dan satu kali palawija,” katanya.

Soal Bendungan, diungkapkan para petani juga memberi dampak terhadap efisiensi waktu dan tenaga. Jadi saat ini petani tidak perlu lagi menggunakan pompa karena air yang ada di Bendungan bisa terairi secara langsung.

“Kalau kemarin kan pakai pompa, kalau sekarang airnya langsung mengalir dari bendungan tugu,” katanya.

Presiden Joko Widodo meminta agar sektor pertanian di Trenggalek mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu ia berharap produksi padi di sana terus meningkat. Terlebih, dengan dibangunya Bendungan Tugu kondisi air yang biasanya menggenang lahan bisa langsung tertampung dan dialirkan ke lahan-lahan pertanian yang ada.

“Kalau nanti benar bisa 4 kali panen sangat bagus sekali. Karena Bendungan ini selain untik mengairi sawah sawah, juga untuk menjaga Trenggalek agar tidak kebanjiran,” katanya.