Cegah Penyebaran Kasus, Kementan Petakan Kasus Kematian Babi di NTT

Cegah Penyebaran Kasus, Kementan Petakan Kasus Kematian Babi di NTT

Jakarta, beritatani.com – Dalam rangka mengoptimalkan implementasi pengendalian kasus kematian babi yang diakibatkan oleh penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika (DBA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Pemda NTT tengah menyusun peta kasus dan profiling daerah tertular dan bebas.

“Peta dan profiling tersebut sebagai dasar dalam menyusun strategi spesifik untuk pengendalian di daerah tertular dan pencegahan penyebaran ke daerah bebas,” ungkap Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, di Jakarta, 20/03/2020.

Menurut Fadjar, Ditjen PKH dan Pemda NTT telah menyepakati rencana aksi pengendalian kasus ASF di Pulau Timor. Hal tersebut telah di bahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan terkait di Kupang pada tanggal 12 Maret 2020 yang lalu.

“Rencana aksi penting lain adalah pelibatan tokoh masyarakat dan agama dalam mendukung pengendalian ASF, dengan menggiatkan KIE kepada peternak dan pedagang,” tambahnya.

Baca Juga: Kementan Jelaskan Stok Daging Ayam dan Telur Jelang HBKN Aman

Baca Juga: Kualitas Ayam Polbangtan Manokwari Bebas Penyakit Zoonosis

Hal tersebut dianggapnya penting mengingat berdasarkan data terakhir, tercatat angka kematian Babi akibat ASF di Pulau Timor, NTT mencapai 4888 ekor di 6 kabupaten/kota yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Malaka.

“Langkah ini kita ambil agar kasus dapat di tahan di Pulau Timor saja, dan tidak menyebar ke wilayah pulau-pulau lain di NTT,” harapnya.

Di dalam Pulau Timor sendiri jelas Fadjar, akan dibuat batas jelas antara daerah tertular dan daerah bebas. Pembatasan ini juga akan dilengkapi dengan posko pengawas lalu lintas ternak babi dan produknya.

Baca Juga: Bersama Mitra, Mentan Syahrul Jamin Pasokan Bahan Pangan Tersedia Sampai Lebaran

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: