Dukung Pemulihan Ekonomi, Kementan Fasilitasi Kerjasama Petani Kelapa dengan Pengusaha

Palembang, beritatani.com -Sektor pertanian menjadi salah satu andalan pemerintah dalam pemulihan ekonomi yang mengalami resesi akibat pandemi covid-19. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan terus berupaya mendorong peningkatan produksi dan kerjasama antara petani dengan pengusaha untuk menciptakan nilai tambah dari produksi petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di tengah pandemi covid-19 pertumbuhan ekspor komoditas pertanian dan pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi untuk perekonomian Indonesia. “Intinya, sektor pertanian memiliki kekuatan yang sangat besar dan sektor yang paling siap untuk menunjang pertumbuhan ekonomi makro,” ucapnya saat memberikan sambutan pada ekspose inovasi tanaman hias di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Cipanas, Kabupaten Cianjur, Kamis (12/11).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono mengatakan pihaknya terus melakukan upaya-upaya akselerasi peningkatan ekspor 3 kali lipat (Gratieks) melalui peningkaran produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida), tentunya dengan mengedepankan penguatan kelompok tani berbasis korporasi petani di kawasan pengembangan.

“Melalui penguatan kelembagaan petani ini akan ada jaminan standarisasi kualitas dan keberlanjutan usaha hingga peningkatan kesejahteraan petani sebagai outcome yang harus kita tuju,” ucapnya pada Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Akses Pasar Serta Pengembangan Produk Utama dan Produk Samping Kelapa Berbasis Kelompok Tani, di Palembang, Selasa (10/11).

Saat ini sebagian besar petani kelapa memproduksi kelapa dalam bentuk kopra, sedangkan potensi produk turunan kelapa lainnya baik produk utama maupun produk samping sangat besar.

Untuk itu, papar Kasdi, pelaksanaan FGD kelapa tidak hanya membahas persoalan nilai tambah produk kelapa, tapi bagaimana mencari pasarnya, meningkatkan akses pasarnya. “Kita mengundang Atase Perdagangan Beijing, China untuk membicarkan potensi pasar dan hambatan ekspor produk kelapa Indonesia terutama di masa pandemi covid 19, karena China adalah salah satu negara tujuan ekspor terbesar kelapa Indonesia,” paparnya.

Dalam FGD tersebut dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara 20 Kelompok Tani Kelapa dari Sumatera Selatan PT. Mahligai Indococo Fiber (Pelaku usaha Sabut Kelapa dari Bandar Lampung), PT. Raksasa Cipta Niscala, CV. Amran Sulaiman (pelaku usaha Charcoal dari Sumatera Selatan), dan CV. Agro Mandiri Internusa(Pelaku usaha Batok Kelapa dan Kopra dari Sumatera Selatan).

Halaman Berikutnya…