International Day for Families, HARI KELUARGA INTERNASIONAL MOMENTUM MEMBANGKITKAN PERTANIAN KELUARGA

International Day for Families
HARI KELUARGA INTERNASIONAL MOMENTUM MEMBANGKITKAN PERTANIAN KELUARGA

M. Chairul Arifin

Depok, Beritatani.com – Rasanya miris membaca laporan survey BKKBN bahwa 95% rumah tangga menunjukanp perasaan stress akibat pandemi dan pembatasan sosial yang diterapkan guna mencegah penyebaran Covid-19. Menurut survey tersebut tak hanya ancaman stress karena penyakitnya tetapi juga dampak ekonomi yang ditimbulkannya.
Masyarakat stress, sedih, cemas, sulit tidur, mempengaruhi nafsu makan dan menimbulkan rasa keputus asaan hingga ada yang punya pikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Dalam memperingati Hari Keluarga Internasional tahun ini yang bertemakan Families In Development semakin mengangkat peran penting keluarga untuk memperkuat perannya sebagai unit terkecil dalam masyarakat guna pembangunan. Hanya keluarga yang tangguh dapat mengatasi masalah mulai dari hubungan buruk antar anggota keluarga, kekerasan sampai perceraian suami istri. Sehingga semua pihak diharapkan saling mendukung untuk membuat tangguhnya ketahanan keluarga.

Baca Juga: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan mematenkan 3 produk antivirus Corona

Baca Juga: Laboratorium Kesehatan Hewan Kementan Dukung Pengujian COVID-19

Pertanian Keluarga

Dalam membangun ketahanan keluarga yang tangguh tersebut terutama di era pandemi seperti sekarang ini salah satu solusinya adalah membangkitkan dan membangun pertanian keluarga (family farming) dikalangan keluarga kita. Secara bersamaan PBB pada tahun 2014 telah menetapkan sebagai dekade pertanian keluarga (2014-2024 sebagai internasional family farming) yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan dan membangun ketahanan pangan.

Dalam pengertian yang sangat umum, pertanian keluarga adalah … “a farm owned and operate by family”, atau pertanian yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga, bukan oleh perusahaan. FAO mendefinisikan sebagai “form of organizing crop and forest production as well as fishery, livestock raising, and aquaculture which is managed and directed by a family, which mainly depends on family labor of both women and men. The family and the holding are linked, co-evole, and combine econmic, environmental, reproductive, social, and cultural fuctions.”

Baca Juga: Sekjen Kementan Lantik 48 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup BPPSDMP

Baca Juga: Produk antivirus Corona berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) resmi dipatenkan oleh Balitbangtan Kementan

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: