Kementan Bekali Lulusan Polbangtan dengan Sertifikasi Kompetensi

Kementan Bekali Lulusan Polbangtan dengan Sertifikasi Kompetensi

MANOKWARI, beritatani.com — Berbagai program dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam percepatan regenerasi petani. Tak sekedar mencetak petani pengusaha milenial, Kementan juga membekali para generasi muda dengan sertifikasi kompetensi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan munculnya petani-petani yang berkompeten di masa yang akan datang. “Kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan”, ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyebutkan “Tugas Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian adalah menjadi garda terdepan dalam menyiapkan SDM pertanian yang profesional, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Untuk itu, membekali para generasi tani milenial wajib hukumnya.”

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari yang merupakan salah satu Politeknik Pertanian dibawah naungan BPPSMP Kementan, pada Jumat (9/4) melakukan Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa Polbangtan Manokwari. Sebanyak 100 peserta dari Program Studi (Prodi) Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) serta Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) mengikuti uji kompetensi dalam skema berbeda.

Mahasiswa Prodi PPB sebanyak 60 orang mengikuti skema sertifikasi Fasilitator Pertanian Organik, 20 mahasiswa Prodi PPKH mengikuti skema sertifikasi Juru Sembelih Halal, dan 20 mahasiswa Prodi PPKH mengikuti skema sertifikasi Formulator Pakan. Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta, menyebutkan, “Disamping Ijasah, Polbangtan Manokawari membekali lulusan dengan Surat Keterangan Pendamping Ijasah yaitu dengan Sertifikat Kompetensi.”

Setiap tahunnya Polbangtan Manokwari mengadakan Uji Kompetensi bagi para mahasiswa tingkat akhir. Semula skema yang diujikan, yakni skema penyulihan dikarenakan sebelum menjadi Polbangtan, Perguruan tinggi ini bernama Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP). “Tranformasi STPP menjadi Polbangtan, berkembang juga kompetensi yang dilakukan untuk membekali para lulusan,” lanjut Purwanta.

Purwanta pun menyemangati para mahasiswa dan menegaskan bahwa para generasi tani milenial Polbangtan Manokwari termasuk mahasiswa yang beruntung. Pasalnya, tidak semua mahasiswa di Indonesia memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).

Seperti yang ditegaskan Purwanta, Koordinator Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-PI) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan dihadapan seluruh peserta menyebutkan, “Kalian sebagai alumni nantinya, tidak keluar membawa ijasah, karena ijasah hanya menunjukkan nilai akademik. Mengutip pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, saat ini yang dipentingkan adalah kompetensi.’

Sertifikat kompetensi yang nantinya dimiliki akan tergambar kompetensi yang dimiliki setiap individu. Semua peserta yang ikut dapat dinyatakan kompeten tentunya setelah mengikuti semua proses mulai dari pengisian APL 01, APL 02, tes tertulis, hingga tes obserfasi demonstrasi.

Logo garuda yang terdapat dalam sertifikat yang tersaji dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris, mejadikan sertifikat tesebut dapat digunakan juga diluar negeri, khususnya negara ASEAN. Dengan tersertifikasinya para generasi tani milenial, perceptan regenerasi petani akan menjadi sebuah keniscayaan.