Kementan Dorong Pengunaan KUR Untuk Meningkatkan Usaha Peternakan

Kementan Dorong Pengunaan KUR Untuk Meningkatkan Usaha Peternakan

Jakarta, beritatani.com – Dalam rangka menciptakan pemerataan ekonomi serta meningkatkan iklim berusaha yang kondusif dan berkeadilan di sektor peternakan, pada tahun 2020 Kementerian Pertanian menargetkan dana untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bidang Peternakan sebesar Rp. 9.01 Triliun.

“KUR ini adalah salah satu kebijakan Pemerintah untuk pemerataan ekonomi. Sumber dananya berasal dari penyalur KUR, sedangkan Pemerintah berperan memberikan subsidi bunga,” jelas Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Jakarta, 2 April 2020.

Menurutnya, dengan bunga 6%, KUR ini sangat menarik dan membantu banyak peternak dalam mengembangkan usahanya. Terbukti sampai dengan bulan Maret, realisasi KUR untuk sektor peternakan tercatat mencapai Rp. 3,03 triliun atau 33,63% dari target, dengan jumlah debitur mencapai 107.891 debitur.

Baca Juga: Civitas Akademika Polbangtan Manokwari Awali Bulan Baru dengan Cloud Meeting

Baca Juga: Generasi Tani Milenial Polbangtan Manokwari Panen Lagi?

Ketut menerangkan bahwa realisasi KUR sektor peternakan banyak digunakan untuk usaha produktif pembibitan dan budidaya sapi, ternak perah, kambing/domba, unggas dan kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan yang diunggah di Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

“Kepercayaan lembaga pembiayaan terhadap usaha peternakan semakin meningkat. Hal ini terlihat dari grafik realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang semakin naik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Ia kemudian membeberkan data realisasi KUR pada tahun 2019, dimana tercatat penyaluran KUR sektor peternakan mencapai Rp. 7,5 triliun. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan realisasi KUR tahun 2018 sebesar Rp. 5,06 triliun.

Baca Juga: Dari Agriculture War Room, Menteri SYL Sebarkan “Virus” Optimisme Melawan Covid-19

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: