Penjelasan Kementan Tentang Hoax Ayam Diberi Hormon Pertumbuhan

Penjelasan Kementan Tentang Hoax Ayam Diberi Hormon Pertumbuhan

Jakarta, beritatani.com – Menyikapi beredarnya informasi tentang ayam yang diberi hormon pertumbuhan dan membahayakan bagi kesehatan masyarakat, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan bahwa informasi atau berita tersebut adalah hoax.

“Undang-undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan secara tegas melarang penggunaan hormon bagi hewan konsumsi,” jelas Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, di Jakarta, 03/04/2020.

Menurutnya sesuai dengan amanat Undang-undang, Pemerintah telah mengatur penerapan sistem jaminan keamanan pangan terhadap unit usaha produksi pangan asal hewan (termasuk daging ayam), dari sejak ternak dibudidayakan sampai dengan siap dikonsumsi masyarakat.

“Daging ayam itu termasuk jenis pangan yang mudah rusak (perishable food), oleh karena itu Pemerintah mengawasi keamanan pangannya secara ketat,” tambahnya.

Baca Juga: Kementan Dorong Pengunaan KUR Untuk Meningkatkan Usaha Peternakan

Baca Juga: Civitas Akademika Polbangtan Manokwari Awali Bulan Baru dengan Cloud Meeting

Terkait isu pemanfaatan hormon pertumbuhan yang mengakibatkan ayam pedaging (broiler) lebih cepat tumbuh, Ketut menjelaskan bahwa ayam broiler yang ada sekarang merupakan ayam yang secara genetik diseleksi untuk dapat tumbuh cepat dengan pemeliharaan yang spesifik, terukur, dan disiplin, termasuk pemberian pakan dan kesehatan yang diatur ketat dalam sistim pemeliharaannya.

“Jadi tidak ada sama sekali penggunaan hormon pertumbuhan pada ternak ayam,” tegasnya.

Lebih lanjut Ketut menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah mengatur dan juga mengawasi tata cara budidaya yang baik dalam sistem budidaya ternak potong termasuk ayam broiler.

Baca Juga: Generasi Tani Milenial Polbangtan Manokwari Panen Lagi?

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: