Penerapan Sinkronisasi Berahi dan Inseminasi Buatan pada domba

Penerapan Sinkronisasi Berahi  dan Inseminasi Buatan  pada domba

Oleh drh Euis Nia Setiawati, MP

IB pada ternak domba dilakukan pertama  kali  pada  tahun  1991,  di  stasiun penelitian Sub Balai Penelitin Ternak Bogor. Tingkat kebuntingan pada ternak kambing di tingkat laboratorium percobaan dilaporkan masih bervariasi mulai dari 0  sampai 50% tergantung dari kondisi  tubuhnya (Suharto et al. 2008), sementara berdasarkan nilai non return to estrus (NR) didapatkan angka kebuntingan sebesar 54,76%, berdasarkan pemeriksaan ultrasonography (USG) didapatkan angka kebuntingan sebesar 19,05% dan berdasarkan jumlah induk  beranak  didapatkan  angka  kelahiran  sebesar14,29% (Sofyandi 2000). Sedangkan angka kebuntingan tertinggi berdasarkan USG pada umur kebuntingan 30 hari dilaporkan oleh (Hafizuddin et al. 2011) yaitu sebesar 100% dari lima ekor betina yang diinseminasi. Angka kebuntingan berdasarkan nilai NR tertinggi dilaporkan oleh (Rudiah 2008) yaitu sebesar 80% dari 15 ekor yang diinseminasi. Sedangkan, di Tunisia  keberhasilan  IB  pada  ternak  domba  pada kondisi lapang dilaporkan sebesar 46-68% (Djemali et al. 2009). Dengan metode IB juga dimungkinkan untuk memanfaatkan seekor pejantan untuk mengawini banyak betina dengan cara mengencerkan sperma, disamping itu, metode IB juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan perkawinan silang dengan pejantan- pejantan yang berasal dari daerah yang berbeda iklim.

Baca Juga: Polbangtan Manokwari Perpanjang Masa PMB 2020

Baca Juga: Ekspor Sub Sektor Peternakan Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: