PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT  PADA INDUK SAPI BUNTING  TRIMESTER KE TIGA  TERHADAP BOBOT LAHIR  PEDET

OLEH DR. DRH EUIS NIA SETIAWATI, MP

Pertumbuhan prenatalis pada sapi dimulai sejak terjadinya  konsepsi  yakni saat pertemuan sel telur betina dengan sel jantan, bersatunya sel jantan dan sel telur tadi mengasilkan calon individu baru di dalam kandungan yang disebut embrio atau foetus. Pertumbuhan sebelum lahir (prenatal) terjadi saat embrio, meliputi pembelahan sel dan pertambahan jumlah sel tubuh serta terjadi perubahan fungsi sel menjadi sistem-sistem organ tubuh. Embrio  juga  mengalami  perkembangan sel menjadi lebih besar sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak (Field dan Taylor, 2002 dalam Muhibbah, 2007). Hafez (1993) menyatakan bahwa pertumbuhan prenatal dipengaruhi oleh hereditas, paritas, nutrisi induk, perkembangan embrio dan endometrium sebelum implantasi serta ukuran tubuh. Lebih lanjut dijelaskan bahwa akhir masa kebuntingan terjadi pertumbuhan foetus yang  cepat  dan  mencapai  puncak  pada dua bulan akhir kebuntingan. Pemberian pakan berkualitas baik selama akhir masa kebuntingan dapat meningkatkan bobot lahir 5-8% dari bobot induk (Nggobe et al., 1994).

Pada masa akhir kebuntingan anak ternak yang normal telah berkembang sedemikian rupa sehingga sanggup hidup di lingkungan cairan dan saluran pencernaan serta saluran pernafasannya siap untuk mulai fungsi dan tanggung jawabnya. Selama minggu- minggu pertama kehidupan di luar uterus terjadi suatu penyesuaian fisiologik anak ternak yang memerlukan perhatian khusus dari peternak untuk mempertahankan hidup dan pertumbuhan optimum dari ternak yang  baru  lahir  (Toelihere  and  Mozes.1985).

Bobot lahir merupakan faktor yang penting dalam pertumbuhan pedet sapi. Sapi dengan bobot lahir yang besar dan lahir secara normal akan lebih mampu mempertahankan kehidupannya (Prasojo et al., 2010). Pemberian ransum dengan kualitas baik pada saat induk bunting tua dapat berpengaruh terhadap peningkatan bobot lahir, dan akan terjadi sebaliknya apabila kekurangan, bobot lahir pedet rendah, kondisi lemah dan tingkat kematian tinggi. Menurut Anggorodi (1994) dalam Utomo et al. (2006), bahwa pakan dengan kandungan protein yang cukup dapat berfungsi memperbaiki jaringan, pertumbuhan jaringan baru, metabolisme untuk energi dan merupakan penyusun hormon. Salah satu akibat dari pertumbuhan  tulang  adalah memanjangnya panjang badan.

Kebutuhan ternak terhadap jumlah pakan tiap hari tergantung dari jenis atau spesies, umur, dan fase pertumbuhan ternak (dewasa, bunting, dan menyusui). Pemberian  pakan  ternak  berkualitas sangat  mempengaruhi  tingkat kualitas baik pada induk sapi akan sangat berpengaruh   terhadap   dimensi   tubuh pedet salah satunya pada ukuran dimensi panjang pedet. Hal yang tidak kalah penting yang mesti dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dari bagian-bagian tubuh, terutama dimensi panjang tubuh dan lingkar tubuh, yaitu untuk menggambarkan pertumbuhan tulang dan daging sapi (Sampurna dan Suatha,2010). Dimensi panjang merupakan salah satu ukuran tubuh yang dapat digunakan sebagai indikator produktivitas ternak karena dengan melihat dimensi panjang kita dapat melihat keberhasilan suatu manajemen pemeliharaan. Dimensi panjang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor internal yaitu faktor genetik dan sekeresi hormon dan faktor eksternal adalah lingkungan dan pakan. Ukuran dimensi panjang tubuh pedet dipengaruhi oleh dimensi panjang induknya, panjang kepala, telinga, leher, tubuh, ekor (Saptayanti et al., 2015). Pertumbuhan ternak tergantung pada sistem manajemen yang dipakai, tingkat nutrisi   yang   tersedia.   Tillman   et   al. (1991) menyatakan bahwa pakan merupakan faktor yang mempunyai pengaruh sangat penting terhadap laju pertumbuhan,  apabila  kualitasnya  baik dan diberikan dalam jumlah cukup, maka pertumbuhan ternak akan terjadi secara cepat, demikian pula sebaliknya. Menurut Sampurna et al. (2014) pertumbuhan adalah proses yang terjadi pada setiap makhluk hidup dan dapat dinyatakan dalam pengukuran dimensi tubuh yang dimana pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal yaitu genetik, spesies, umur dan hormon seksual,  dan  faktor-faktor  eksternal seperti pakan dan lingkungan.

Demikian imformasi ini disampaikan, semoga menambah perbendaharaan keilmuan para pembaca dalam upaya peningkatan bobot lahir pedet melalui  pakan tambahan pada sapi  bunting 6-9 bulan sehingga pedet yang  dilahirkannya  tampak  lebih  sehat dan lebih gemuk.