Permudah Proses Penanganan ASF, Dana BTT Disarankan Untuk Digunakan

Bali, beritatani.com – Wabah penyakit African Swine Fever (ASF) di Sumatera Utara dapat dikategorikan sebagai bencana non alam. Hal tersebut mengemuka pada saat Rapat Koordinasi Pengendalian Lemayian Babi di Wilayah Bali dan NTT di Denpasar, 06/03/2020.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dijelaskan bahwa bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit, kejadian luar biasa, dan kejadian antariksa/benda-benda angkasa.

Dalam menghadapi bencana wabah seperti hal ini, dibutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai pihak. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan telah bekerjasama dengan Kemendagri dan juga Pemda Sumatera Utara untuk bersama sama mengatasi wabah ASF ini.

Baca Juga: Antisipasi Wabah, Kementan Perkuat Jejaring Lab Kesehatan Hewan

Salah satu yang dilakukan adalah menginisiasi Pemerintah Daerah untuk dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam langkah-langkah penanganan wabah. Menurut PP Nomor 12 tahun 2019 pada pasal 68 disebutkan bahwa Belanja Tidak Terduga merupakan pengeluaran anggaran atas beban APBD untuk keadaan darurat termasuk keperluan mendesak serta pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya. Penggunaan BTT ini dikhususkan hanya pada pencarian dan penyelamatan korban bencana, pertolongan darurat, evakuasi korban bencana, kebutuhan air bersih dan sanitasi, pangan, sandang, pelayanan kesehatan dan penampungan serta tempat hunian sementara.

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center