Geliat pengembangan ternak sapi di Halmahera Utara

Geliat pengembangan ternak sapi di Halmahera Utara

beritatani.com – Sejak luncuran program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) pada tahun 2017 yang bertujuan mengakselerasi pertambahan populasi sapi secara berkelanjutan, usaha ternak sapi yang tadinya dikelola sebagai tabungan rumah tangga, berubah secara evolutif dikelola dengan pendekatan agribisnis.

Teknologi yang diintroduksikan adalah inseminasi buatan (IB), pakan dan pemeriksaan kesehatan.

Ditahun ke-4 ini, dampak yang mudab diamati pada peningkatan produktivitas sapi, menstimulasi usaha pembibitan ternak unggul, penggemukan sapi potong, dan muaranya pada peningkatan pendapatan petani.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, BPPSDMP Kementan Kembangkan Duta Petani Milenial

Baca Juga: Pemanfaatan Tanaman Obat Herbal Dalam Menaggulangi Maslah Kecacingan

Peningkatan produksi ternak dilihat dari bobot Badan (BB) sapi hasil IB dengan sapi hasil kawin alam, dimana sapi hasil IB mencapai 250-300 kg pada umur 1 tahun dan mencapai 500 kg pada umur 2 tahun, sedangkan sapi hasil kawin alam pada umur 2 hanya memiliki BB 250-300 kg. Rendahnya produktivitas sapi lokal kawin alam karena terjadinya inbreeding yang berlangsung terus-menerus.

Baca Juga: Penerapan Sinkronisasi Berahi dan Inseminasi Buatan pada domba

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: