Seekor Anjing Ditolak Masuk Semarang

Seekor Anjing Ditolak Masuk Semarang

Semarang, beritatani.com – Membawa hewan dari luar daerah tidak dilarang. Namun, harus dilengkapi dengan sertifikat kesehatan hewan yang dikeluarkan dari karantina daerah asal, sehingga hewan tersebut benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kesehatannya.

Maka jika tidak dilengkapi persyaratan sertifikat karantina, akan ada tindakan penahanan dan berujung pada penolakan kembali ke daerah asal. Dan hal ini sudah menjadi aturan tercantum dalam undang-undang.

Hal ini, seperti inilah yang dialami seekor anjing berusia empat bulan yang datang dari pulau seberang melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang,  Sabtu (20/06/2020) lalu. Tetapi, pemilik yang kooperatif sehingga menyetujui anjing ini ditolak dari daerah asal.

Penolakan hewan yang dilindungi itu sendiri dilakukan dengan KM Dharma Rucitra 9 tujuan Pontianak Kalimantan Barat dibawah pengawasan Karantina Pertanian dan instansi terkait melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Baca Juga: Ekspor Sabut Kelapa Lampung Makin Melesat

Baca Juga: Karantina Pertanian Lampung Dukung Program Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Olah Lahan (GPOT) Padi

Penegakan peraturan

Kepala Karantina Pertanian  Semarang Parlin Robert Sitanggang Selasa (23/06/2020) mengatakan, hal itu dilakukan sebagai wujud integritas terhadap penegakan peraturan perkarantinaan sesuai Undang -Undang RI nomor 21 tahun 2019 tentang karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Parlin mengajak kepada seluruh masyarakat dan wajib untuk melapor setiap melalulintaskan hewan dan tumbuhan dari daerah asal agar tidak rugi.

Apabila tidak disertai sertifikat karantina, tegas Parlin Robert, sangat beresiko karena dapat dikenai tindakan penahanan, penolakan, pemusnahan, dan terjerat dengan masalah hukum bahkan denda yang tidak sedikit.

Baca Juga: Ratusan ekor Burung Hasil Penahanan Karantina Pertanian Lampung Dilepasliarkan

Baca Juga: Kemandirian Pakan Penting di Tengah Pandemi Covid-19

“Lapor karantina itu mudah, tidak dipersulit dan biayanya pun sesuai dengan peraturan perundangan dan dananya langsung disetor ke kas negara,” tambah Parlin.

Parlin mengajak, agar kita jadikan hal ini sebagai pelajaran, agar kedepan tidak ada lagi kejadian serupa karena tidak mengindahkan peraturan pemerintah dalam hal ini dalam persoalan Karantina Pertanian Semarang.

“Mari, kita turut serta melindungi negeri dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan dengan lapor karantina di bandara, pelabuhan laut atau kantor pos. Kami siap melayani sesuai peraturan,” ucapnya.  (subagyo-SS)

Baca Juga: Menteri Pertanian Kunjungi Pengembangbiakan Sapi Lokal di Kota Metro

Baca Juga: Kawal Ekspor Kelapa Sawit, Gubernur Papua Barat Gelontorkan Sejumlah Program Bagi Petani

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: