BPTP NTB Formulasikan Pakan Murah dan Berbahan Baku Lokal

BPTP NTB Formulasikan Pakan Murah dan Berbahan Baku Lokal

Sumbawa Barat, beritatani.com – Balitbangtan BPTP NTB terus berupaya untuk menghasilkan formulasi pakan sapi Bali yang murah dan berbahan baku lokal. Kegiatan penelitian ini dilakukan oleh tim dari Balitbangtan BPTP NTB yang berlokasi di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Pakan merupakan biaya produksi yang paling besar dalam melakukan penggemukan. Sebagian pustaka menyatakan bahwa pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh peternak. Oleh karena itu menetapkan dan memilih bahan pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk penggemukan menjadi sangat krusial dan essensial dalam melakukan penggemukan” demikian diungkapkan oleh Tanda Panjaitan, peneliti nutrisi dan pakan ternak di Balitbangtan BPTP NTB (16/09).

Baca Juga: Karantina Pertanian Banjarmasin Laksanakan Rapid Test Guna Cegah Penyebaran Covid-19

Baca Juga: Model BPP Kostratani dukung Persiapan Pekan Sagu Nusantara 2020

Tanda Panjaitan yang juga merupakan pakar nutrisi ternak jebolan University of Queensland Australia juga mengatakan bahwa” hasil penelitian terdahulu diketahui untuk penggemukan sapi bali yang membutuhkan pakan dengan kandungan protein 12-14% dan energi dalam bentuk metabolizable energy (ME) 10-12 MJ/kg bahan kering pakan. Berbagai formulasi menggunakan lamtoro Tarramba, jerami jagung, gaplek, onggok, dedak dan biji jagung serta urea dapat dilakukan untuk mencapai kebutuhan sapi penggemukan. Namun setiap formula pakan mempunyai tingkat efisiensi dan efektivitas tersendiri dalam menghasilkan pertambahan berat badan sapi”.

Balitbangtan BPTP NTB kini sedang menguji berbagai formula tersebut. Hasil sementara menunjukkan campuran jerami jagung, lamtoro Tarramba dan biji jagung memberikan kenaikan yang tertinggi yaitu 65 kg selama 105 hari atau kenaikan sekitar 0,65 kg/hari. Diikuti dengan formula jerami jagung, lamtoro Tarramba, dedak atau jagung ditambah gaplek dengan kenaikan berat badan 0,45 kg/hari.

“Semoga dalam waktu dekat dapat ditemukan formula yang murah, efektif dan efisien dalam meningkatkan pertambahan berat badan sapi Bali penggemukan dan bahan baku lokalnya cukup tersedia” harap Tanda Panjaitan.

Baca Juga: Sri Darmono Susilo Ajak Model BPP Kostratani Kelola Pupuk Mandiri

Baca Juga: Dalam Pertemuan G20, Mentan SYL Beberkan Capaian dan Program Terobosan

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: