Bumdes Membantu Petani Dalam Pemasaran hasil Bumi

Bumdes Membantu Petani Dalam Pemasaran hasil Bumi

beritatani.com – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan turunan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Kesan kuat yang dapat terlihat dari pertimbangan dalam pembentukan UU Desa adalah keinginan pemerintah untuk membentuk kelembagaan desa yang lebih maju, salah satunya dalam aspek ekonomi.

Pembangunan ekonomi desa didasarkan atas kebutuhan, potensi, kapasitas desa, dan penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan dan asset-aset desa yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa Kehadiran Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES ) sejak februari 2020 di kampung Prafi Mulya, sp 1 kabupaten Manokwari provinsi Papua Barat sangat membantu para petani dikampung tersebut dengan jumlah 13 kelompok tani dalam memasarkan hasil panen mereka. Hal ini disampaikan oleh Bapak Pariman selaku Penyuluh Pertanian Lapangan dikampung tersebut Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang diketuai oleh bapak carko sudah berjalan selama 3 bulan. Menurutnya hasil pendapatan ekeonomi petani dikampung prafi mulya sebagai kampung ekstransmigrasi yang telah diserahkan kepada PEMDA dan sekarang sudah menjadi kampung definitive masih mengandalkan hasil pertanian seperti pada umumnya padi sawah, jagung, sayuran, kedelai, dan ubi jalar.

Baca Juga: SEMAI SERENTAK TANAMAN PADI SAWAH BERSAMA PETANI DI KAMPUNG DESAY DI DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT

Baca Juga: Jaga Kualitas Keamanan dan Distribusi Pangan, Karantina Pertanian Lampung Lakukan Operasi Patuh Selama Lebaran

Tidak semua petani memiliki keahlian dalam memasarkan hasil bumi mereka, untuk itu Bumdes membantu memberdayakan petani dalam hal pemasaran Sudah menjadi pandangan umum bahwa petani merupakan bagian dari penghasil ekonomi dan dalam sector agribisnis, mereka menanam tanaman yang sangat dibutuhkan. Namun dalam hal ini para petani masih memiliki masalah seperti ketersediaan pupuk yang kurang karna mata rantai yang cukup panjang dan juga serangan hama dan penyakit yang saat ini sering menyerang tanaman padi sawah seperti wereng cokelat dan ulat penggulung daun.

Baca Juga: Taruna Tani Kampung Desay tetap Produktif dan Inovatif di tengah pandemi Covid-19

Baca Juga: 50 Paket Sembako Kembali Dibagikan dalam Gerakan Solidaritas KORPRI Cegah Covid-19

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: