Menjaga Ternak Kerbau Agar Tidak Punah

Menjaga Ternak Kerbau Agar Tidak Punah

Oleh: drh. M. Chairul Arifin

drh. M. Chairul Arifin

Ditengah-tengah maraknya isu timbulnya ledakan virus Korona yg diduga asalnya dari hewan ular dan kelelawar di Cina dan berpotensi jadi pandemi, muncul pula pemberitaan kecil di Kompas 29 Januari 2020 tentang menurunnya populasi kerbau Moa di Maluku akibat kubangan dan irigasi berkurang. Tiadanya sarana ini berakibat terjadinya kematian kerbau. Diberitakan pula bahwa kematian kerbau terjadi hampir 1.500 ekor pertahunnya dari populasi 11.323 ekor kata Kepala Desa Toumawan Loumasterd H Tetrapoik, Kabupaten Maluku Barat Daya. Desa itu berpenduduk 2.684 jiwa merupakan penghasil utama kerbau Moa, hewan endemik yang merupakan tumpuan hajat hidup warganya

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementan telah menerbitkan aturan dengan menjadikan Kerbau Moa sebagai salah satu dari 72 bangsa ternak Rumpun/Galur Murni Ternak Asli Indonesia. Tentunya pemerintah akan membangun wilayah pembibitannya utk berusaha melestarikan plasma Nutfah dan sumberdaya genetik tersebut sebagai tindak lanjutnya. Dilakukan atau tidak kita menunggu respon dari pemerintah

Namun perlu disadari bahwa gejala penurunan populasi terjadi tidak saja menimpa kerbau Moa tapi telah menjadi fenomena umum ternak kerbau diseluruh republik ini. Penurunan populasinya dari tahun ke tahun sudah dapat dikatakan menjadi alarm, mencemaskan. Coba kita lihat sejarah tren perkembangan populasinya.

Baca Juga: Pembentukan Kekebalan Tubuh untuk Hadapi Covid-19

Baca Juga: Generasi Tani Milenial Gunakan Combine Harvester Tuk Panen Padi

Menurun Terus

Pada abad ke 19, tepatnya tahun 1841kerbau di p Jawa populasinya masih lebih tinggi dari sapi. Tercatat kerbau 1,476 juta ekor dan sapi 476 ribu ekor, sehingga ternak kerbau disebut de parrrel Van oost Indie, sang mutiara dari Hindia Timur karena fungsi pentingnya dalam usaha tani.90 tahun kemudian populainya meningkat 2,146 juta ekor tetapi sapi sudah mulai melampauinya jadi 2,647 juta ekor. 150 tahun kemudiaan (1991) kerbau meningkat jadi 3,282 juta ekor tetapi populasi sapi sudah melejit 10,520 juta ekor

Selama dasawarsa terakhir mulailah terjadi penurunan populasinya. Tahun 2000 populainya sudah berada pada angka 1,999 juta ekor dan pada tahun 2010 menurun jadi 1,3 juta ekor. Sampai tahun 2014- 2018 populasi masih bertahan dikisaran 1,3 juta ekor dan bukan tidak mungkin pada tahun² mendatang jumlahnya dapat menyusut terus jadi dibawah 1 juta ekor. Akhirnya dapat diramalkan kerbau hanya akan berjumlah ribuan ekor di tahun 2045 kelak, dibeberapa tempat di Indonesia untuk menuju kepunahan kalau tidak ada tindakan yg tepat

Baca Juga: Cegah Penyebaran Kasus, Kementan Petakan Kasus Kematian Babi di NTT

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: