Kementan Sosialisasikan dan Uji Rasa Special Bali Beef

Kementan Sosialisasikan dan Uji Rasa Special Bali Beef

Lombok, beritatani.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus melakukan upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing produk daging sapi asli Indonesia. Kali ini melalui Branding Special Bali Beef untuk daging Sapi Bali dari hasil penggemukan berbasis pakan lokal yaitu Lamtoro Taramba, dan melalui penanganan pasca panen tertentu yang menghasilkan daging rendah lemah namun tetap bertekstur empuk.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada acara Sosialisasi dan Uji Rasa Special Bali Beef di Mandalika NTB, yang juga dihadiri Gubernur Provinsi NTB, sangat menyambut baik program ini karena diharapkan dapat menjadi produk unggulan nasional yang diakui dunia. Syahrul juga memuji kelembutan Special Bali Beef pada saat mencicipi daging yang sudah dijadikan steak. Ia mengaku baru pertama kali merasakan kelembutan daging dari Indonesia yang luar biasa.

“Daging yang selembut ini untuk pertama kalinya. Kelembutannya saya rasa sudah seperti daging sapi impor. Selain itu, ada aroma yang khas dan ini bisa menjadi keunggulan dibanding daging sapi lainnya,” kata Menteri SYL

Baca Juga: Kunker ke NTB Mentan Panen 800 Ekor Pedet

Baca Juga: Kementan Rekomendasikan Peternak Mengikuti Pola Kemitraan Usaha

Ia berpesan, ke depannya pengembangan Special Bali Beef ini harus terus dilanjutkan. Harapannya, agar produksi, kualitas daging dan pemasarannya terus meningkat. Menteri SYL meyakini, Special Beef Bali ini akan menjadi prospek yang baik ke depannya.

“Kalau mau lebih lagi, saya kira memang dari waktu ke waktu harus dijaga pemeliharaan dan peningkatan kualitasnya. Termasuk memberikan sosialisasi ke rumah potong hewan bagaimana tata cara memotongnya,” ucapnya.

“Ini daging Indonesia, khas Indonesia dan tidak kalah lembut dengan daging impor, saya sangat menikmati. Saya yakin ini sebuah prospek baik ke depannya,” tandas Menteri SYL.

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengungkapkan akan berkomitmen mengembangkan Special Bali Beef ini di NTB. Pasalnya, NTB menurutnya memiliki potensi besar untuk pengembangan Special Bali Beef karena Lamtaro Taramba untuk pakan melimpah.

Selain itu, Zulkieflimansyah yang mencicipi daging Special Bali Beef ini mengaku terkesan dengan kelembutan dan tekstur dagingnya yang tidak alot. Untuk itu, ia akan berupaya mengembangkan Special Bali Beef ini di daerahnya untuk menjadi komoditas unggulan dari NTB.

Baca Juga: Anjing diduga Rabies Kembali Menggigit Masyarakat Kota Bima

Baca Juga: Kostratani Dorong Tecapainya LTT Papau Barat Periode Agustus 2020

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal PKH Nasrullah menyampaikan bahwa pengembangan Special Bali Beef ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan peternak, karena harga jual Special Bali Beef lebih tinggi Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu/kg jika dibandingkan dengan daging Sapi Bali biasa.

“Selain itu, Special Bali Beef ini biaya pemeliharaannya juga cukup rendah dan masa penggemukan yang lebih singkat dari Sapi Bali biasa,” ujar Nasrullah.

Segmentasi pasar untuk Special Bali Beef ini ditargetkan terutama untuk hotel, restoran, dan catering, khususnya untuk daerah pariwisata seperti Bali, Lombok dan kota-kota besar lainnya.

Special Bali Beef ini juga sudah melewati riset bersama antara Universitas Mataram, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, University of Queensland Australia, Massey University of New Zealand, dan Australian Centre for International Agricultural Research sejak tahun 2016.

Baca Juga: Kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa di Unit Pengolahan Food Processing PT. Charoen Pokphand Indonesia di kawasan Ngoro Industri Persada

Baca Juga: NASRULLAH, SANG NAHKODA BARU DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: