Manfaatkan Sistem Edukasi 4.0. Polbangtan Manokwari Luluskan Generasi Tani Milenial Lewat Ujian Virtual

Manfaatkan Sistem Edukasi 4.0. Polbangtan Manokwari Luluskan Generasi Tani Milenial Lewat Ujian Virtual

Manokwari beritatani.com – (2/7/2020) Dampak dari Pandemi Covid-19, tak hanya pada sektor ekonomi. Namin juga dalam bidang pendidikan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan), Dedi Nursyamsi menyikapi dengan adanya Covid-19, sistem pendidikan memang harus mengarah ke sistem edukasi 4.0..

Terlebih arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), “Generasi muda pertanian harus memanfaatkan teknologi dalam bekerja, mencirikan pertanian maju, mandiri, dan modern.” Inovasi baru diambil oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kementan, Politekik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari khususnya dalam pelaksanaan Ujian Komprehensif.

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta menyebutkan, “Kami melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi informasi menggunakan aplikasi zoom cloud meeting untuk melakukan ujian komprehensif.”

Baca Juga: Produksi Ternak Vokasi Uji Kualitas Pakan Industi

Baca Juga: Pengukuran Laju Pertumbuhan Kerbau untuk Mendukung Sikomandan

Sebelum diaplikasikan untuk ujian komprehensif, pemanfaatan aplikasi ini semasa pandemi dinilai mempermudah untuk pembelajaran, pembekalan Praktik Kerja Lapangan, ataupun Seminar. Kepala Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Polbangtan Manokwari, Merry Buntu Sangka menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan proses pelaksanaan ujian konferensif melalui virtual ataupun komprehensif. “Setiap mahasiswa mengawali dengan pembuatan proposal, aktualisasi lapang, seminar hasil, baru melakukan ujian komprehensif,” sebut Merry.

Perbedaannya hanya terletak pada media penyampaian, dengan pemanfaatan aplikasi zoom cloud meeting. Mahasiswa dituntut untuk cakap dalam menerapkan teknologi informasi terlebih di era 4.0.

Sebagai generasi muda pertanian, Octavia Sri Hardiyanti, Mahasiswa Polbangtan Manokwari Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan yang telah menyelesaikan tugas akhirnya hari ini (2/7) menyampaikan bahwa tidak ada kendala dalam menjalankan ujian komprehensif virtual. Kuncinya, kuasai materi, terampil menggunakan aplikasi, dan tidak membuang-buang waktu.

Octavia menyelesaikan tugas akhirnya hanya dalam waktu 4 bulan. Mengangkat pemanfaatan buah merah sebagai salah satu upaya optimalisasi pertumbuhan ayam boiler, mengantarkannya meraih gelar Sarjana Terapan Peternakan (S.Tr.Pt.)

Baca Juga: Sepanjang Pandemi, Ekspor Kentang Sumut Capai 412,2 Ton

Baca Juga: Permudah Pemasaran Produk Peternakan, Ditjen PKH Gandeng Tani Hub Indonesia

 

Privacy Preference Center

%d bloggers like this: