Pemprov NTB Buat E-Kinerja Lebih Mantap

NTB, beritatani.com – 29 Juli 2020, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi E-Kinerja dengan Metode BSC. Metode ini dapat meningkatkan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang. Sebagai penyempurnaan, kini applikasi E-Kinerja dilengkapi degan formulir A.3. Dengan mengisi formulir A.3 ini, program strategis dan unggulan setiap OPD beserta kinerja pimpinan dan turunannya bisa lebih mudah dievaluasi secara terukur dan objektif.

“Mengisi formulir A.3 ini seperti kita menjalankan program JPS Gemilang. Awalnya ini ribet tapi lama-lama karna biasa jadi mudah,” jelas Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, saat memimpin rapat evaluasi umum formulir A.3 Program Strategis dan Unggulan oleh Pimpinan Daerah, Selasa 28 Juli 2020. Bertempat di Kantor Bappeda NTB, rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah, Asisten I Setda NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, Asisten II Setda NTB, H.Ridwansyah, Asisten III Setda NTB, H. Fathurrahman, dan seluruh perwakilan OPD lingkup Provinsi NTB.

Baca Juga: Mentan Tanam dan Panen Porang di Sidrap

Baca Juga: Desain Food Estate Atasi Krisis Pangan Perlu Diperbaiki

Dalam rapat evaluasi tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul tersebut memberikan semangat kepada seluruh OPD di NTB dalam mengisi formulir A.3. Meski dirasa sulit, namun Bang Zul berharap agar seluruh OPD tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri.

“Saya ingin OPD ini menjadi learning organizations. Organisasi yang terus belajar. Diisi oleh manusia yg punya kesadaran dan kerendahan hati untuk belajar. Kadang ada orang yang sekolahnya tinggi, jabatannya tinggi, tapi berhenti belajar. Kita tidak boleh seperti itu,” jelas Bang Zul.

Lebih jauh, Gubernur yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Harvard tersebut menjelaskan, dengan mengisi formulir A.3 dapat mempererat komunikasi dalam OPD. Dengan adanya komunikasi yang baik dari Pimpinan dan Kepala Bidang serta Kepala Seksi dan Staf yang bertugas akan semakin memperkuat suatu organisasi. Sehingga target kerja yang sudah ditetapkan bisa diselesaikan dengan baik dengan indicator capaian yang terukur.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ketok Palu, Bakorluh Resmi Bubar

Baca Juga: Gubernur Zul: Teknologi Adalah Aktor Utama Pembangunan

“Tidak mungkin akan ada learning tanpa komunikasi. Tidak mungkin ada komunikasi tanpa ada alat. A3 ini alatnya,” pungkasnya.

Sementara itu Wagub NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, meminta kepada setiap perangkat daerah untuk benar-benar mehami materi dari formulir A.3 yang diisi. Hal tersebut agar saat evaluasi program strategis dan unggulan dihadapan Gubernur bisa lebih mudah dan terukur. Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub, juga meminta agar formulir A.3 setelah ditandatangani oleh Gubernur dapat dikawal dengan ketat.

“Setelah ditandatangani dokumen A.3 ini harus dikawal betul-betul agar evaluasinya bisa terkontrol dengan baik,” pinta mantan General Foreman di PT Newmont NTB tersebut.

Penandatangan perdana dokumen A.3 ini rencananya akan dilakukan pada Senin pagi 3 Agustus 2020 mendatang. Bertempat di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, penandatangan tersebut akan dihadiri oleh seluruh OPD lingkup Provinsi NTB.

Baca Juga: Budidaya Jamur Punya Potensi Ekspor Tinggi, Permintaan Terus Meningkat

Baca Juga: Perkuat Koordinasi dan Sinergitas Program Kegiatan Peternakan di Babel

 

Privacy Preference Center