Pertanian dan Korona

M. Chairul Arifin

Keberadaan 27,6 juta Rumah Tangga Usaha Petani saat ini dipertanyakan. Mereka ini bermukim dipedesaan yg terdiri Rumah Tangga Petani tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, nelayan dan rumah tangga yg hidup dari usaha kehutanan. Keberadaan mereka ini patut kita pertanyakan ditengah derasnya arus informasi covid-19 karena peran strategisnya dalam penyediaan pangan bangsa ini dan menjadi kelompok yang rentan terhadap penularan covid 19.

Berita tentang makin menurunnya tingkat kesejahteraan mereka yang terefleksikan dari indikator Nilai Tukar Petani makin membuat keprihatinan dan empati kita terhadapnya.

Baca Juga: Putra Daerah Tambrauw Papua Barat, Bangun Desanya Lewat Pertanian

Baca Juga: Bupati Manokwari Selatan Borong Semua Padi Petani Mileneal

BPS telah mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) menurun dari 104,16 di bulan Januari 2020 menjadi 103,35 pada Pebruari lalu turun lagi menjadi 102,09 pada Maret. Bahkan bulan lalu penurunan ini menimpa pada semua sub sektor yaitu tanaman pangan, horrtikultura, perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan (Kompas, 15 April 2020). Penurunan ini bila terus terjadi maka akan persis terjadi sesuai dg ramalan FAO, badan dunia yg mengurusi pangan bahwa kita dapat berada diambang krisis pangan seperti layaknya waktu jaman malaise dulu.

Baca Juga: Pakar: Stok Pangan Cukup, Pemerintah Harus Pastikan Distribusinya Lancar

Baca Juga: Pakar Agroklimat, Potensi Panen Padi Mei, Juni, Juli Bagus

Halaman Berikutnya…

 

Privacy Preference Center